Belajar Dengan Senang, Senang- senang Sambil Belajar

Selama Internship di Pelangi School banyak sekali yang aku dapatkan, dapat ilmu, dapat keluarga, dapat pelukan tiap hari, dapat senyuman, dapat teman-teman kecil, dan terkadang dapat hadiah-hadiah kecil yang bikin aku tanpa sadar berseru  “aaaaa…. Sweetnyah”.

Ini salah satunya

 

Anyway, kali ini aku mau sharing tentang tagline nya Pelangi School “ Where Children Love To Learn”. Di Sekolah ini konsep belajar-mengajar nya mengusung  Fun learning Concept dimana anak-anak dan guru juga Belajar dengan senang, senang- senang sambil belajar.  Jadi, maksudnya adalah menciptakan kondisi belajar mengajar yang menyenangkan dengan mengunakan media apa saja, seperti menonton video melalui TV, crafting, field trip, dan banyak lagi. Nah, waktu mengalami langsung hal ini sempat terbesit, andai dulu belajarnya kaya gini, pasti ilmu yang dipelajari akan lebih mudah dipahami, Jadi inget dulu long, long time ago waktu masih sekolah belajar kudu text book banget, trus gak ada itu namanya field trip based on apa yang sedang dipelajari, kunjungan ke museum, atau cooking class, hahahha. Yah, kalau membandingkan memang tak ada habisnya, apa lagi beda zaman, sekarang mah semua gampang kalau mau cari referensi tinggal searching, itulah kenapa aku sekarang sharing tentang hal ini, supaya bisa jadi inspirasi mengajar, menciptakan kondisi belajar-mengajar yang  menyenangkan yang  membuat anak-anak rindu sekolah, yang membuat anak-anak gak sabar untuk ke sekolah esok harinya. Based on my point of view, ada beberapa tahap yang bisa dilakukan untuk membuat FUN LEARNING ACTIVITIES ini, check this one out!

Tahap pertama : Persiapan

Yang namanya persiapan emang dibutuhkan dalam segala hal. Persiapan yang bisa dilakukan untuk fun learning activities ini adalah, mempersiapkan tema apa yang akan diberikan untuk anak-anak selama 1 term. Tema ini penting, jadi nantinya setiap kegiatan dan pelajaran related to the theme. Setelah selesai dengan tema, mempersiapkan alat-alat pendukung, contohnya,

Tema                          : Hutan

Alat pendukung      : karton, kertas origami, pensil warna untuk membuat papan informasi, video tentang hutan, dan lainnya ( berdasarkan kelas maka kebutuhan alat pendukungpun berbeda sesuai aktifits )

Tahap kedua : praktek

Sudah fix dengan thema dan persiapan, saatnya pelaksanaan a.k.a prakteknya. Tinggal ikutin sesuai rencana aja sih, hehehe, kalau rencananya bikin poster, anak-anak di lead bikin poster dengan bahan-bahan yang disediakan. Ditahap ini anak-anak diperbolehkan menuangkan ide, imajinasi dan segala kekereatifitasan yang mereka miliki, guru hanya memantau dan membimbing. Salah satu contoh karya anak-anak adalah card merah diatas yang mereka buat saat Hari Guru, mereka bebas membuat sebanyak-banyaknya kartu untuk Guru yang mereka ingin beri.

Salah satu contoh Fun Learning Activities,

Hasil dari project kelas 5 tentang material.

P1060741

Tahap ketiga : evaluasi, kritik dan saran

Sudah melalui perencanaan dan praktek saatnya evaluasi, kritik dan saran, nah tahap ini bisa di terapkan  di kelas-kelas besar, untuk kelas kecil jika memungkinkan. Di tahap ini tidak hanya guru yang memberikan komentar, kritik dan saran, dari murid-murid juga, mereka diberi kesempatan untuk mengeluarkan pendapat, jadi semua bisa berpendapat, diskusi hingga mencapai solusi. Contohnya saat kelas besar melakukan field trip, maka guru bertanya kira-kira tempat mana yang sesuai dengan tema, setiap orang berhak memberikan ide setelah itu lalu berdiskusi.

 

Dari semua tahap diatas memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, itu kenapa perlu diskusi dengan tim guru yang lain. Berdiskusi dengan tim guru-guru lain memungkinkan tercetusnya ide-ide kreatif lainnya. Intinya sih kebersamaan dan saling berbagi, sharing is caring.

Buat kamu yang baca ini, punya pengalaman tentang fun lerning boleh sharing dan yang mau mencoba, selamat mencoba.

Fun learning Concept  ini akan aku dan temanku Lili adaptasi untuk kegiatan floating library  Ransel Buku di desa-desa, bagaimana kira-kira yang terjadi di lapangan?

Tunggu ceritaku selanjutnya.

Salam,

-P-

 

Melayani Diri Sendiri di Warung 9

Hai hai… yang habis makan malam  atau yang mau makan malam, atau malah sambil makan aku ada rekomendasi tempat makan yang kece di daerah Ubud, Bali nih, siapa tau kalian recana mau pergi ke daerah sana kan, bisa jadi bahan referensi. Yang ada di Bali saat ini bisa langsung kunjungi saat ini juga atau besok, atau besok, besoknya lagi, atau besok, besok, besoknya lagi! ( maksa )

Waktu tinggal di Bali nih ya tempat makan yang paling berkesan untuku adalah Warung 9 atau biasa juga dikenal dengan 9 Angels. Alasannya?? Tempat Dinner pertama di Bali bersama Pak Khan Wilson Family ,Gak jauh dari kos dan harganya pas dengan dompet, hehehehe. Eh tapi, selain itu makananya enak, warung Vegetarian gitu, jadi sehat dan yang pasti  yang membuat diriku jatuh cinta dengan  tempat itu dan walaupun sudah balik ke Kalimantan masih susah melupakan.

Konsep warungnya unik banget, konsep yang diusung adalah Self Service artinya melayani diri sendiri, semua-muanya kita yang ngelakuin , jadilah diriku ini norak waktu pertama kali kesana, kalau orang Kalimantan bilang “ kidu “ artinya baru ngeliat sesuatu yang baru trus norak .First experience aku merasakan pengalaman ini diluar rumah dan luar pulau, kalau dirumah mah emang sewajibnya Self Service kalau gak ditimpuk emak pake piring ( ahahahaha ). Self servicenya yang kaya gimana sih? yang kaya gini,

  1. Mulai dari mengambil makanan sendiri. Gak ada tuh yang namanya pelayanan nawarin menu dan nyameperin ke meja. Kita pergi sendiri ambil piring, sendok, garpu, gelas,terus pilih makanan yang ada di meja makan, secukupnya.
  2. Pilih meja sendiri, jadi abis pilih jenis makannya pastikan celingak celinguk liatin meja kosong, kalau lagi penuh Lucky You bisa duduk dengan teman baru 🙂 .
  1. Abis makan langsung itung total makanan yang diambil sesuai harga yang tertera dimeja. Bayarnya masukin ke jar yang ada di atas meja, dannnnnn harus jujur! Kalau gak jujur ntar bakalan di datengin Joy loh, eh Karma maksudnya, karena orang Bali percaya karma, What goes around comes around. 
  1. Mencuci sendiri alat bekas makan dan menaroh sesuai tempatnya.
  2. Nah tambahan kalau kamu mau berbagi bisa donasi voucher sebesar 30.000/voucher utuk nolong orang yang emang lagi bokek banget makan di Warung 9 dengan syarat pastinya, nah ini pernah aku lakukan degan temanku, saat kami makan malam disana bersama, aku ngajakin pupuan istilahnya atau kumpulan uang untuk membeli voucer itu, Sharing is caring :).

Last but not least aku gak pernah melewatkan untuk menyapa sama anjing-anjing yang menggemaskan disana ada joy yang berbody besar dan berbulu hitam lebat mirip Sirius Black di Harry Potter ada juga Angel yang berwarna putih dan boy yang berwarna cokelat, they’re too cute!

Suasan yang Cozy pun bikin tambah betah disana, gimana gak mau datang lagi dan lagi. Hayuk ah!  kalau pas lagi di Bali daerah Ubud jangan lupa mampir ya, alamatnya Banjar Lotunduh , ubud, gianyar, kalau bingung buka Gmap hehehe. Buka dri jam 10 pagi sampai jam 10 malam.

Selamat Makan!

-P-

Ps. foto-foto hasil jepretan saya, enjoy!

p1050800p1050807p1050797p1050798

(in frame : Liliana Invovita )

p1050796p1050329

( meet Joy ! The Sirius Black )

p1050384

(  My Lunch, the cake is my fave!) 

p1050805p1050799p1050802p1050804

The power of words

Some words could make you smile,

Some words maybe make you sad,

Some words could be make you strong,

Some words sometimes give you strength,

Some words can make you excited,

 Some words could make you think,

Some words……..

Waktu liat-liat galeri ternyata menemukan foto ini

img_20160703_122849

Di bali banyak banget hiasan dinding yang unik-unik, ada yang bergambar, ada juga yang tulisan, quote, kata-kata lucu, bisa dipilih-dipilih yang mana yang suka , ayo beli kaa……. ( malah jualan , maapkan ).

Tetiba aja pas liat foto diatas, aku malah jadi mikir, terkadang “some words” itu punya power yang bisa memepengaruhi hidup kita juga loh, baik itu lisan maupun tulisan, setuju? Gak setuju jugak gak apa sih. IMO, kata-kata yang mempengarui seseorang saat lagi berbincang ataupun liat-liat timeline social media, baca artikel, baca caption, liat quote di dinding dan sebagainya tergantung juga dengan perasaan yang sedang dialami. Contohnya aja, waktu lagi galau gitu trus liat quote-quote yang bikin semangat bakalan semangat, tapi kalau galau malah liat quote atau tulisan-tulisan yang bikin mellow malah tambah galau jadinya. Aku yakin, kalian yang sedang membaca tulisan ini pasti juga pernah punya pengalaman begitu, ya kan? Karena aku juga pernah mengalaminya, di sore hari tangan ini dengan lihainya mengscroll instagram’s feed dan kemudian liat postingan temen yang captionnya kira-kira begini ” money cant buy happiness but money can buy food” , komen dalam hati “eh iya juga yaa, pan kalo makan hati jadi senang” nah kan itu caption bikin aku mikir 😀

Power yang dimiliki dalam rangkaian kata-kata  juga bisa digunakan untuk menarik simpati, untuk promosi, untuk kampanye juga, yang membuat kita juga jadi berpikir, membuat kita senang, sedih, bahkan memberikan dukungan untuk orang lain, tapi kadang bisa juga jadi pemisah, membuat ,marah, kesal, gak temenan, duh…….

jaman sekarang banyak buku yang isinya quote-quote, trus ada juga meme-meme,status, artikel yang bertebaran di socmed, be wise guys, banyak baca menambah pengetahuan, terpengaruh yang positif malah bagus, tapi jangan sampe deh ya terprovokasi yang aneh-aneh, hehehhehe

Anyway, mari menebarkan kata-kata yang positif, abisnya liat timeline social media suka panas mata dan bikin sedih akhir-akhir ini, yuk ah tebarkan some positive words dimulai dari diri sendiri, seperti… kalian yang baca tulisan ini have a wonderful day, you guys awesome!

-P-

Internship at Pelangi School

Salam dari Bali……..

p1060044

Akhirnya ada postingan baru di Blog ini 🙂

Yak, saat ini aku sedang berada di Bali sebagai Intern di masa-masa terakhir Internship program di Pelangi School, selama 6 bulan aku banyak ilmu yang aku dapat, banyaakkkkkk, mulai dari management class, fun learning, Kids Treatment, dan lain-lain yang nantinya aku akan share. Nah, untuk kali ini aku akan cerita “How can I got the Intership” and “ apa yang kurasakan ”.

I always believe, we met for a reason, begitu juga dengan pertemuanku dan  Ka Aini. Singkat cerita suatu siang aku membantu menggambar di area depan perpustakaan, agar perpustakaan menjadi lebih menarik untuk anak-anak, disela-sela menggambar dinding perpustakaan , Ka Aini bercerita tentang Ransel Buku. Anak-anak di Desa yang memiliki  minat baca kurang, disamping itu karena akses masuknya buku di desa itu juga sulit, Ka Aini berinisiatif membawa beberapa buku bergambar untuk anak-anak, tak disangka anak-anak sangat antusias membaca buku. Melihat respon dari anak-anak, maka ka aini memutuskan tidak hanya membawa buku untuk dibaca dan dibacakan tapi juga memberikan beberapa pelajaran tambahan yang dilakukan setelah Jam pulang Sekolah. Wah, aku hanya bisa ternganga mendengar cerita Ka Aini, betapa bersyukurnya aku, kamu, kita yang dengan mudahnya mendapatkan buku, bahkan mungkin beberapa diantara kita sejak kecil sudah dikelilingi buku-buku dan majalah. kegiatan menggambar dan menggecat kami terhenti karena beberapa anak penasaran melihat apa yang kami lakukan, beberapa sudah mengambil buku dengan tatapan malu-malu mereka memberikan ekspersi “ ka, bacain buku cerita untuk kami dong” , ahhhh aku tak tahan melihatnya, kami letakan kuas yang sedari tadi tidak berhenti bergerak, anak-anak mulai mengengelilingi aku dan Ka Aini tanpa disuruh, mulai menyodorkan buku yang mereka pilih sendiri, lucunya anak-anak ini. Dan siang itu kami habiskan dengan membacakan beberapa cerita untuk anak-anak.

Hasil melukis di Ransel Buku Library 

img-20160315-wa0002

Setelah kejadian itu ternyata Ka Aini sedang mencari orang-orang yang tertarik di bidang edukasi dan anak-anak untuk dikirim ke Pelangi School sebagai intern, selama 6 bulan, belajar tentang Holistic Education,yang nantinya intern ini akan kembali lagi ke Kalimantan Tengah untuk menerapkan jenis pembelajarn itu baik di Ransel Buku maupun di komunitas-komunitas yang lain. So, I applied for the Internship program, setelah melewati tahap-tahap seperti mengirimkan CV, Essay, dan Project Idea, Interview, and finally I’m here, I got the internship, with another Dayak Girl from Mengkatip ( salah satu Desa di Provinsi Kalimantan Tengah ) LILIANA.

Apa yang kurasakan? Sangat bersyukur dapat kesempatan seperti ini, bertemu orang-orang yang baik, menginspirasi, dan juga GOKIL.  IMO, untuk apply sebuah internship, its important to be you, dalam essay yang kamu tulis, dalam project idea yang akan kamu lakukan nanti, dan pastinya saat interview, yang pasti pilihlah Internship yang memang menjadi interest mu. Ok, it’s my story, I hope I can read about your stories too, just let me know, and see you in another stories. Yeayyyyyyy, almost in the end of our internship program, time flies, we’re ready to go home and meet the Ransel Buku’s Kids for next year. 

-P-

SepatuKu, SepatuMu

Photo1221

Sepatu emang gak lepas dari kehidupan manusia, dari kecil kita dibiasakan memakai sepatu disamping memakai sandal juga. Ada orang yang suka gonta ganti sepatu, ada juga yang terbiasa menggunakan sepasang sepatu sampai saatnya rusak dan diganti dengan yang baru. Aku adalah tipe orang yang suka memakai sepatu sampai rusak, memakainya kemana pun, menemaniku beraktifitas. Ahh… jadi ingat sneakers merah ku yang saat ini, well sudah butut tapi masih bisa bertahan, salah satu alasan kenapa aku belum menggantinya dengan yang baru adalah, aku masih sayang sama sepatuku itu, dan terlalu banyak memory didalamnya.

Sedih rasanya kalau sepatu kesayangan umurnya udah uzur dan saatnya mengganti dengan yang baru, seperti membuka lembaran baru juga. Tanpa kita sadari sepatu yang kita gunakan ambil bagian juga dalam kenangan di hidup kita. Sepatu adalah saksi bisu dalam kegiatan kita sehari-hari, saksi ketika dihukum karena terlambat, saksi ketika lagi travelling, saksi saat lagi  kerja, dan emm… saksi bisa saat kita jatuh cinta , tapi gak berani mendekati doi, jadilah lari saja, and see…. Sepatu kita membantu berlari cepat ( emmm absurd sepertinya, maafkan 😀 )  Apa yang dialami orang-orang dengan sepatunya, suka, duka, kebahagiaan, sedih, galau yang dijalani dalam hidup, sepatu menjadi salah satu saksi bisunya.

Ngomongin tentang sepatu, seorang sahabat pernah bilang “ jangan pernah ngejudge seseorang sebelum kamu memakai sepatunya dan berjalan bersama sepatunya “, that’s really a good words and full of meaning for me. Bener banget, kadang tanpa sadar mulut susah direm ngomongin orang lain begini begitu (aku juga terkadang begitu ) , padahal kita gak tau gimana hidupnya, apa yang sedang dia alami, se “struggle” apa hidupnya, apa yang disembunyikan dibalik senyumnya dan sikapnya, apa yang dia capai sekarang dengan perjuangannya. Gak semua orang bisa mengekspresikan apa yang sedang dirasakan atau di alami, ada orang-orang yang gak pengen orang disekitarnya khawatir dan memilih memendamnya sendiri, dan gak semua orang bisa berbagi kisah sedihnya, masa lalunya, permasalahnnya, mimpi-mimpi dan harapannya. Sepatu orang lain emang keliatannya lebih keren dan kece, tapi kita gak tau kisahnya, apa lagi sampai membandingkan sepatu kita dengan milik orang lain, wah…. bikin kita gak maju-maju. It’s better to supporting each other than comparing each other. From now, we have to enjoy our life, don’t think about what people said we have to do what is right for ourselves, nobody else is walking in our shoes, Dr. Seuss said “ You  have brain in your head, you have feet in your shoes, you can steer yourself any direction you choose”

 

Have a great experience with your shoes 🙂

-P- Continue reading “SepatuKu, SepatuMu”

Kopi Rempah-Rempah Bue Anden

Processed with VSCO with a4 preset
Kopi Rempah-Rempah Bue Anden

Cairan yang berwarna hitam pekat, mengepulkan uap-uap dari dalam sebuah cangkir kecil menggoda dengan aromanya, terhidang manis disebuah meja kecil dalam ruangan tamu yang berisikan beberapa foto dalam frame, tumpukan buku penuh tulisan berbagai gaya yang menjadi kenangan dari setiap pengunjung yang pernah datang ke rumah Bue Anden, untuk kisah tentang Desa Kanarakan dan secangkir Kopi Rempah-Rempah.

Beberapa hari yang lalu, aku mengikuti sebuah trip yang disebut “Jungle river cruises” di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Dengan sebuah kapal yang terbuat dari kayu, tamu diajak untuk menyusuri sungai Kahayan dan sungai rungan yang ada di Palangka Raya untuk menikmat pemandangan dari hutan dan juga melihat Orang Utan liar, but this time, I wouldn’t tell you about the cruises, tapi sebuah minuman yang membuatku bergumam saat menyesapnya.

Menyusuri sungai rungan dengan pohon-pohon sepanjang aliran sungai terdapat sebuah sebuah desa yang bernama Desa Kanarakan. Desa yang belum memiliki fasilitas listrik dan hanya mengandalkan genset (Generator set) saat gelap menggantikan terang. Saat tiba di Desa, ada sebuah penyambutan kecil untuk tamu yang berkunjung, oleh seorang kakek yang bernama Bue Anden yang berumur lebih dr 65 tahun ( Bue adalah kakek dalam bahasa dayak ngaju ) . Sebuah ritual dilakukan untuk tamu yang pertama kali datang ke desa tersebut, yang dinamakan Tampung tawar.

Setelah ritual Tampung Tawar, Bue Anden akan mengajak ke rumahnya yang diselingi cerita tentang desa sepanjang jalan menuju rumah. Bue anden memiliki sebuah kebun kecil dibelakang rumah, nah.. kebun bue ini ditumbuhi pohon kopi yang termasuk kedalam jenis robusta, kayu manis, dan juga rempah-rempah, ini lah cikal bakal bahan untuk meramu kopi rempah rempah Bue Anden. Sambil menerangkan tentang isi dari kebun Bue, kopi rempah-rempah diseduh dan siap dihidangan. Puas rasanya berkeliling kebun, mendengarkan penjelasan Bue, bahkan melihat Bue mempraktekan cara menoreh karet dari pohon karet sampai mencoba kulit kayu dari pohon kayu manis.

It’s coffee time. Di ruang tamu rumah Bue Anden yang sederana, kopi rempah-rempah dihidangkan, tak lupa Bue Anden meletakan segelas bubuk kopi yang sudah diolah dari bahan-bahan dengan resep rahasia. Rasa kopinya? Wow….. ENAK BANGET!, I’m not kind of coffee fans, but I loved that kind of coffee. Sedikit spoiler, racikan bahan yang ada di kopi rempah-rempah Bue Anden adalah, biji kopi pastinya, kayu manis, jahe, dan…………….. ssttttt, it’s a secret 😛 . Untuk para Coffee Lovers diluar sana, come and visit Desa Kanarakan untuk menyesap nikmatnya kopi rempah-rempah Bue Anden dengan resep rahasia, rasanya tak kalah dengan rasa kopi Gayo, Bajawa, Vietnam, dan yang lainnya. Tak Cuma bisa dinikmati langsung, kopi rempah-rempah ini bisa dibawa pulang sebagai buah tangan dengan harga 25.000 rupiah per 100gram nya.

FYI, banyak tamu yang sudah mencicipi kopi rempah-rempah Bue Anden, tak cuma tamu-tamu atau traveler dari dalam negeri, tapi juga para foreigners, bahkan duta besar sebuah Negara pernah mengunjungi Desa kanarakan dan menikmati kopi rempah-rempah Bue Anden.

How to go there?

Bisa dengan jalan darat menggunakan mobil kemudian dilanjutkan dengan kelotok ( perahu kecil bermesin ) menuju Desa atau bisa juga dengan trip dari Kalimantan Tour Destination ( Please Visit www.wowborneo.com for more information )

Have a great trip fellas.

 

-P-

Saying goodbye for good??

FB_IMG_1434262066804
Friendship

Aloha to you…………

Ingat gak waktu sekolah, selalu ada yang namanya perpisahan, perpisahan dengan kakak kelas, perpisahan dengan adek kelas, sampe perpisahan dengan sekolah menuju jenjang yang lebih tinggi. Mulai dengan acara sambutan-sambutan, performance tari-tarian, nyanian, ampe endingnya nangis-nangisan. Hidup mah gak jauh-jauh dari yang namanya perpisahan, betul??, Perpisahan dengan teman sekolah, perpisahan dengan tetangga saat pindahan, perpisahaan dengan peliharaan kesayangan, sampai perpisahan dengan orang-orang terbaik dalam hidup kita. Esensi dalam perpisahan ini ada suka, duka, sedih, tawa, kenangan dan harapan. Esensi yang paling berasa adalah sedih, yaa, aku juga sedih kalau sudah menyangkut yang namanya perpisahan, mewek sampe ingusan (kadang-kadang). Kali ini, tulisan pemikiraku tentang perpisahan dengan sahabat atau teman baik.

Banyak alasan dibalik sebuah perpisahan, ada yang positive, berpisah untuk mengejar mimpi misalnya, namun ada juga yang negative. Sebuah perpisahan memang gak mudah, apalagi buat orang-orang yang mellow, bentar-bentar mewek, dan siapa sih yang siap untuk perpisahan??, mungkin ada yang sangat siap dan mempersiapkan dengan matang sebuah perpisahan, tapi tak jarang juga yang gak siap bahkan sampai perpisahan itu terjadi. Tapi, dibalik semua alasan yang melatarbelakangi sebuah perpisahan,selalu terselip sebuah harapan untuk hidup yang lebih baik.

Beberapa waktu lalu, perpisahan dengan salah satu teman baikku yang mengejar mimpinya kebenua seberang seorang diri berbekal indomie *Loh * . Sedih?? Iya, abisnya kehilangan teman jajan*ehh* :p . but, there’s always saying goodbye for good. Keharuan pasti mewarnai dalam sebuah perpisahan, tapi gak mulu tangis-tangisan,perpisahan juga akan penuh dengan HARAPAN, harapan agar saat kita masing-masing terpisah kita masih tetap mengejar bahkan mewujudkan mimpi masing-masing, dan suatu hari berharap akan bertemu di sebuah titik poin, mentertawakan masa lalu dan mengenang kebersaamaan yang indah saat mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah kelautan bersama teman bertualang ( #yousingyouloose >.< )

Teruntuk kalian yang mungkin akan menggelar PERNIKAHAN, eh maksudnya PERPISAHAN, make it a “Happy Farewell Party “. Sesedihannya cukup untuk opening aja, saying goodbye memang hard, tapi berilah porsi yang lebih besar untuk semangat, dukungan, harapan untuk mereka yang akan berpisah dengan kita. Saran sih ya, untuk acara perpisahan dengan sahabat dan kerabat kalo bisa jangan di karaokean, bukannya perpisahan, malah sibuk rebutan mike :p (Oke , ini pengalaman)

-P-

Kenapa Rumah Tjilik Riwut Gallery and Resto ?

Aloha to you……….

Bagi yang berkunjung ke kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, jangan lupa kunjungi “ Rumah Tjilik Riwut Gallery and Resto ”, emm lebih tepatnya “Harus” ding 😀

Tjilik Riwut nama Gubernur yang pernah menjabat di Provinsi Kalimantan Tengah, sampai saat ini beliau masih dikenang terutama oleh keluarga. Untuk menjaga kenangan itu tetap ada, keluarga beliau mengubah sebuah tempat menjadi galeri sekaligus resto dengan nama “ Tjilik Riwut ”

Here we go, tempat ini salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi wisatawan dari luar palangka raya dan juga penduduk lokal sendiri. Kenapa ?? ada apa disana? Menunya??

Bukan promosi atau iklan, aku suka aja sama tempat ini. Rumah tjilik riwut gallery and resto ini menyajikan sesuatu yang berbeda bagi pendatang dan juga warga kota Palanga Raya, mengingat Tjilik riwut adalah Gubernur kedua Provinsi Kalimantan Tengah. Beliau juga salah satu pahlawan nasional atas jasa beliau yang terwujud karena perjuangan pada masa kemerdekaan dan mengabdi membangun Kalimantan tengah. Foto-foto pada saat beliau hidup bisa diliat di Rumah tjilik riwut gallery and resto loh,diruang utama. Ada juga baju-baju yang dulu beliau pakai saat menjabat sebagai Gubernur. Kalau ingin lebih santai, bisa memilih bagian belakang yang terbuka. Dengan nuansa etnik, tempat ini menyajikan juga menu-menu special dayak. Yang patut dicoba adalah menu “baram”. Uniknya resto ini menyajikan lagu-lagu karungut khas dayak untuk menemani para pengunjung. Karungut adalah musik khas dayak yang dimainkan dengan kecapi dan lirik berbahasa dayak, mirip seperti lagu sinden khas jawa.

Baram adalah minuman khas dayak yang terbuat dari fermentasi tape, biasanya baram diminum pada saat pesta, sebagian suku dayak masih memproduksi secara tradisional dan menjadikannya minuman harian. Berbeda dengan baram umunya, baram yang disajikan di sini berupa inovasi dari sang pemilik, yang pastinya aman dan sudah di uji coba. Favoritku adalah baram madu, dengan campuran madu, rasanya asam-asam manis dengan sensasi seperti soda, tapi tetap dengan bau dan rasa baram yang khas. Selain baram madu, ada juga baram redvelvet, baram sunrise, baram sparkling mint, dibandrol dengan harga Rp. 15000 gelas sedang, dan Rp.18000 untuk gelas besar, dapatkan sensai baram dengan rasa yang berbeda.

Untuk makannya, ada yang khas dayak ada juga yang ala western. Harus coba masakan dayak nih kalo sudah minumnya baram, seperti juhu umbu rotan ( sayur rotan muda ), juhu ujau ( sayur rebung muda ), juhu tepe dawen jawau ( sayur tumbukn daun singkong ) ini sayur favorit saya J sangat pas di temani dengan ikan saluang goreng dan kandas sarai ( serai di uleg ) it’s a perfect combination, nyammmmm. Ada juga juhu tempuyak loh yang dikombinasikan dengan ikan, tempuyak adalah durian yang di fermentasi dan orang dayak suka menggunakannya sebagai campuran sambel dan sayur. Rasa khas tempuyak membuat selera makan menjadi naik loh bagi yang suka. Tak jarang ada juga yang tak suka tempuyak karena rasanya yang sedikit aneh dan kok durian dijadiin sambel atau sayur? Itu uniknya dayak. Malam-malam tertentu live musik dengan sentuhan dayak akan menghibur pengunjung.

And once again, Visit Palangka Raya, Central Kalimantan 😉

-P-

Jika aku dilahirkan kembali menjadi hewan? Aku akan menjadi……

Aloha to you……….

Sedikit berbagi pengalamanku, jadi waktu itu, dalam suatu pertemuan, untuk mengawali perkenalan singkat seorang fasilitator menanyakan pertanyaan, jika anda dilahirkan kembali menjadi hewan, anda akan menjadi hewan apa? Dan kenapa ? , kepada seluruh peserta yang ada diruangan. Setiap orang harus menjawab dengan menyebutkan nama terlebuh dahulu, kemudian menjawab pertanyaan tersebut disertai alasanya. Setiap orang berfikir keras ingin menjadi hewan apa, dan memikirkan alasan kenapa dia memilih hewan itu. Waktu yang diberikan tidak cukup lama, maka masing-masing peserta mendapat kesempatan untuk membagi jawabnnya beserta alasannya. Seorang bapak mengatakan jika dia dilahirkan kembali, dia ingin menjadi hewan anjing, karena anjing itu setia, hmmm aku setuju dengan bapak tersebut, seperti yang kita tau anjing memang binatang yang setia dengan tuannya dalam keadaan apapun. Seorang ibu menjawab, jika ia dilahirkan kembali menjadi hewan, ia akan menjadi semut, alasannya karena semut pekerja keras, saling menolong, dan berkerja dalam tim yang solid, aku juga setuju dengan si ibu, karena semut selalu berkerja didalam kelompoknya dan selalu berkerja keras, sifat semut ini sering juga diceritakan dalam cerita anak-anak untuk menasehati anak-anak agar giat bekerja dan juga salaing menolong. Satu demi satu setiap peserta menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh fasilitator, namun ada juga beberapa peserta yang menjawab sama dan dengan alasan yang sama dengan peserta lain, mungkin mereka malas untuk berfikir.

Tibalah giliran sang fasilitator , beliau menebutkan “Orang Utan”. Ya, jika dilahirkan kembali menjadi hewan, beliau ingin menjadi Orang Utan. saat itu aku tersadar, kenapa ini tak terpikirkan olehku, Orang Utan, hewan endemik Indonesia dan hanya ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan tempat tinggalku.

Orang Utan berperan penting dalam pelestarian hutan, Orang utan menjadi penyebar bibit di dalam hutan,karena Orang Utan itu hidupnya Arboreal ( satwa yang hidup dan berativitas di atas pohon). Ketika mereka memakan buah-buahan maka tanpa disengaja mereka membuang bijinya di area hutan  ketika mereka sedang berayun dari satu pohon ke pohon lainnya. Biji yang dibuang oleh Orang utan tersebut akan menjadi tunas baru dan akhirnya menjadi generasi penerus pohon-pohon di dalam hutan. Bayangkan kalau Orang Utan gak ada, bisa-bisa pohon dan tumbuhan yang tubuh hanya sedikit , apalagi hutan Kalimantan adalah salah satu hutan yang menjadi paru-paru dunia . Keberadaan Orang utan perlu dilestarikan, mengingat Orang Utan hanya bisa melahirkan 1 anak dalam kurun waktu 6-10 tahun. Ingin tahu lebih banyak bahkan membantu berdonasi untuk Orang Utan, kunjungi http://www.orangutan.or.id 🙂 orangutan-01

Semua hewan memiliki fungsinya masing-masing di dunia ini dan dalam rantai makanan, jika salah satu punah maka tidak seimbanglah rantai makanan.

Pertanyaan ini sebenarnya untuk membuat kita berfikir bahwa fungsi hewan dalam kehidupan kita juga perlu diperhatikan, hewan darat maupun hewan air, semuanya memiliki peran masing-masing dalam keberlangsungan dunia. Jawaban-jawaban dari pertanyaan ini juga untuk membuat orang lain tahu tentang hewan dan fungsinya atau filosofinya sebagai manusia yang memiliki pemikiran, tidak seharusnya kita egois, pikirkan juga untuk generasi mendatang, Dalai Lama mengatakan “ Bumi bisa mencukupi kebutuhannya tapi tidak untuk keserakahan manusia. Pertanyaan ini biasanya digunakan pada awal kegiatan dengan maksud perkenalan, diawali dengan menyebutkan nama setelah itu menjawab pertanyaan yang diberikan.

Nah, bagaimana dengan kamu?

Jika diilahirkan kembali menjadi hewan, ingin menjadi hewan apakah kamu? Dan kenapa?

-P-

Blog at WordPress.com.

Up ↑