2 Sisi Lawang Sewu

Awal bulan September aku berkesempatan mengunjungi Kota Semarang, sebenarnya sih ada kegiatan , nyempilin waktu jalan-jalan sehari demi pergi ke Lawang Sewu (ini memang niat terpendam). Aku tau Lawang Sewu sudah lama, dari postingan di social media, program jalan-jalan di tv, bahkan juga google.

Yang aku tau selama ini Lawang Sewu itu seram, Lawang Sewu itu bekas penjajahan Jepang yang sangat sadis yang membuat bangunan tersebut memiliki aura mistis yang kuat. Berbekal kepenasaran ini dan setelah selesai acara, pergilah aku dan temanku (namanya Cath) ke Lawang Sewu. Pertama sampai dan melihat dari luar rasa kagumku sangat besar, banguan tua seakan mesin waktu dan membawa aku ke masa lalu (maaf lebay), maklum aku suka sekali dengan bangunan-bangunan tua dan benda-benda vintage, lain kali aku akan cerita Kota Tua di Semarang.

Sebelum masuk harus beli tiket dulu yang harganya Rp.10.000 per orang dewasa, waktu itu hari senin, dan berbarengan dengan segerombolan siswa siswi SMA, senang rasanya meliat anak-anak sekolah peduli dengan sejarah. Sudah dapat tiket masuk, aku dan temanku menyewa Guide hanya untuk kami berdua agar kunjungannya bermanfaat, gak hanya lihat-lihat, foto dan menikmati bangungan serta isinya tapi juga dapat informasi dari sumber yang terpercaya.

Semua sudut  di Lawang Sewu ini objek yang bagus untuk foto kalau jaman sekarang sih istilahnya instgramable. Si mas guide (yang aku lupa namanya, maafkan aku mas )mulai dengan mengajukan diri mengambilkan foto untuk kami berdua didepan bangunan Lawang Sewu , mas ini tau banget dah spot-spot yang kece nilai plusnya foto yang diambil setara photographer (ini seriusan muji ). Nah setelah foto di spot yang menurut masnya wajib banget foto disitu, mulailah masnya bercerita, aku dan temanku sesekali mengambil foto kadang masnya yang motoin. Sungguh aku terkejut dengan fakta yang masnya ceritakan, jauh sekali dari yang kupikirkan selama ini. Jadi Lawang Sewu itu dulu adalah kantor kereta api yang dibangun oleh Belanda pada jaman penjajahan, belanda membangun rel-rel kereta, stasiun dan kereta  yang menurutku  membantu membangun Indonesia , sedihnya kaum pribumi tidak diperbolehkan sekolah dan disuruh berkerja keras membangun semua yang belanda mau mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Saat itu aku merasa sangat berterimakasih dengan para pejuang kemerdekaan yang membuat kita bisa merdeka tidak seperti orang-orang jaman dulu yang harus kerja keras dan tidak bisa sekolah.

Kami berkeliling mulai dari bangungan 1 ke bangunan lain, saat masnya menjelaskan tentang bangunan Lawang Sewu ini, berkali kali aku bilang bahwa Belanda itu genius, mereka membuat bangunan dengan sangat detail, dulu tidak ada AC (Air conditioner ) mereka bisa buat system saluran air diruang bawah tanah yang membuat ruangan adem disiang hari dan hangat dimalam hari, mereka memikirkan setiap detail bangungan seperti jendela yang dibuka dari atas agar tidak melukai anak-anak kecil saat bermain juga susah untuk pencuri masuk .

Lawang sewu yang berarti seribu pintu menurut masnya semua pintu di bangunan tersebut tidak sampai seribu kalau aku tidak salah ingat 400an pintu , nah daun pintunya yang mencapai lebih dari 900.

Di beberapa ruangan ada foto-foto dan informasi singkat tentang pembangungan kereta api juga film pendeknya, miniatur kereta uap, tiket kereta jaman dulu, dan salinan blue print bangunan Lawang Sewu.

Lawang sewu benar-benar mengagumkan, sayangnya saat Belanda pergi dari Indonesia dan Jepang masuk, Jepang membuat Lawang Sewu sebagai penjara dan melakukan hal-hal kejam disana, pengalihfungsian ini yang akhirnya membuat Lawang Sewu berhantu, sedih sih, dan masnya memilih hanya berbagai sedikit cerita sedih tentang jaman Jepang. Oh iya, dibangunan pertama paling depan pengunjung hanya boleh masuk dilantai 1 karena lantai 2 dijadikan ruangan komersil , masnya bilang dilantai 2 itu ada mbak kuntinya dimana dilantai 2 itu terjadi penyiksaan yang mengerikan. Kemudian untuk ruang bawah tanah yang dulu dipakai sebagai saluran air saat jaman Belanda, dijadikan penjara duduk dan beridir saat jaman penjajahan Jepang yang saat ini sedang direnovasi jadi kami hanya melihat pintu dilantai yang menuju ruangan itu, karena hal ini suatu saat aku mau kembali lagi ke Lawang Sewu saat ruang bawah tanahnya dibuka untuk umum, penasaraan sih tapi takut juga, ngeri-ngeri sedap gitu .

Menurutku Lawang sewu adalah sarana belajar sejarah yang bagus untuk anak-anak maupun orang dewasa. Saran juga, jika mau mengunjungi lawang sewu , sewa lah guide agar dapat informasi dan tidak hanya berekeliling.

Ini hasil foto-foto yang aku ambil di Lawang Sewu .

-P-

Advertisements

Melayani Diri Sendiri di Warung 9

Hai hai… yang habis makan malam  atau yang mau makan malam, atau malah sambil makan aku ada rekomendasi tempat makan yang kece di daerah Ubud, Bali nih, siapa tau kalian recana mau pergi ke daerah sana kan, bisa jadi bahan referensi. Yang ada di Bali saat ini bisa langsung kunjungi saat ini juga atau besok, atau besok, besoknya lagi, atau besok, besok, besoknya lagi! ( maksa )

Waktu tinggal di Bali nih ya tempat makan yang paling berkesan untuku adalah Warung 9 atau biasa juga dikenal dengan 9 Angels. Alasannya?? Tempat Dinner pertama di Bali bersama Pak Khan Wilson Family ,Gak jauh dari kos dan harganya pas dengan dompet, hehehehe. Eh tapi, selain itu makananya enak, warung Vegetarian gitu, jadi sehat dan yang pasti  yang membuat diriku jatuh cinta dengan  tempat itu dan walaupun sudah balik ke Kalimantan masih susah melupakan.

Konsep warungnya unik banget, konsep yang diusung adalah Self Service artinya melayani diri sendiri, semua-muanya kita yang ngelakuin , jadilah diriku ini norak waktu pertama kali kesana, kalau orang Kalimantan bilang “ kidu “ artinya baru ngeliat sesuatu yang baru trus norak .First experience aku merasakan pengalaman ini diluar rumah dan luar pulau, kalau dirumah mah emang sewajibnya Self Service kalau gak ditimpuk emak pake piring ( ahahahaha ). Self servicenya yang kaya gimana sih? yang kaya gini,

  1. Mulai dari mengambil makanan sendiri. Gak ada tuh yang namanya pelayanan nawarin menu dan nyameperin ke meja. Kita pergi sendiri ambil piring, sendok, garpu, gelas,terus pilih makanan yang ada di meja makan, secukupnya.
  2. Pilih meja sendiri, jadi abis pilih jenis makannya pastikan celingak celinguk liatin meja kosong, kalau lagi penuh Lucky You bisa duduk dengan teman baru 🙂 .
  1. Abis makan langsung itung total makanan yang diambil sesuai harga yang tertera dimeja. Bayarnya masukin ke jar yang ada di atas meja, dannnnnn harus jujur! Kalau gak jujur ntar bakalan di datengin Joy loh, eh Karma maksudnya, karena orang Bali percaya karma, What goes around comes around. 
  1. Mencuci sendiri alat bekas makan dan menaroh sesuai tempatnya.
  2. Nah tambahan kalau kamu mau berbagi bisa donasi voucher sebesar 30.000/voucher utuk nolong orang yang emang lagi bokek banget makan di Warung 9 dengan syarat pastinya, nah ini pernah aku lakukan degan temanku, saat kami makan malam disana bersama, aku ngajakin pupuan istilahnya atau kumpulan uang untuk membeli voucer itu, Sharing is caring :).

Last but not least aku gak pernah melewatkan untuk menyapa sama anjing-anjing yang menggemaskan disana ada joy yang berbody besar dan berbulu hitam lebat mirip Sirius Black di Harry Potter ada juga Angel yang berwarna putih dan boy yang berwarna cokelat, they’re too cute!

Suasan yang Cozy pun bikin tambah betah disana, gimana gak mau datang lagi dan lagi. Hayuk ah!  kalau pas lagi di Bali daerah Ubud jangan lupa mampir ya, alamatnya Banjar Lotunduh , ubud, gianyar, kalau bingung buka Gmap hehehe. Buka dri jam 10 pagi sampai jam 10 malam.

Selamat Makan!

-P-

Ps. foto-foto hasil jepretan saya, enjoy!

p1050800p1050807p1050797p1050798

(in frame : Liliana Invovita )

p1050796p1050329

( meet Joy ! The Sirius Black )

p1050384

(  My Lunch, the cake is my fave!) 

p1050805p1050799p1050802p1050804

Blog at WordPress.com.

Up ↑